[MOVIE REVIEW] ME BEFORE YOU 2016






Sutradara: Thea Sharrock
Penulis naskah: Scott Neustadter, Michael H. Weber, Jojo Moyes
Produser: Karen Rosenfelt, Alison Owen
Pemain: Emilia Clarke, Sam Claflin, Janet McTeer, Jenna Coleman, Charles Dance, Brendan Coyle, Matthew Lewis.
Studio : Warner Bros


Me Before You merupakan sebuah novel karya Jojo Moyes. Novel yang kemudian diangkat menjadi sebuah film dengan judul yang sama dibintangi oleh artis Emilia Clarke sebagai Louisa Clark dan aktor Sam Claflin sebagai Will Traynor.  Film ini berkisah tentang seorang pemuda kaya raya bernama Will Traynor dimana dia sangat mencintai kehidupan yang dijalaninya, kehidupan yang mewah dimana dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan sampai akhirnya dirinya mengalami kecelakan yang menyebabkan dia lumpuh total dan tidak bisa melakukan apa-apa sehingga membuat kedua orang tuanya memutuskan untuk mempekerjakan seorang perawat untuk menjaga Will yaitu Loiusa Clark seorang wanita muda dan enerjik dimana dia selalu menggenakan pakaian dan sepatu yang bergaya vintage. Loiusa Clark  seorang wanita muda ceria yang berada dalam kehidupan dimana dia harus melakukan pekerjaan untuk membantu kedua orangtuanya, seorang wanita muda sehat yang terperangkap dalam zona nyamannya, seorang wanita muda yang memiliki begitu banyak harapan dan impian tetapi dia tidak bisa melakukannya karena dia terlalu terpaku didalam kehidupannya sekarang.


Sinopsis dari belakang novel Me Before You
"Lou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi ­e Buttered Bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.
Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian. Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cita. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti menghentikannya.
Namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni ceria. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain."




Will Traynor adalah seorang pengusaha sukses berumur 31 tahun yang menyukai berbagai macam olahraga ekstrem, selalu melakukan perjalanan selama hidupnya, begitu mencintai kehidupannya sehingga dia tidak pernah merasa bosan. Hingga suatu hari saat akan pergi untuk berangkat ke kantor Will mengalami kecelakaan dimana sepeda motor menabraknya saat dia hendak menyebrang dan ini membuat saraf tulang belakangnya terganggu dan membuat dia lumpuh total dari leher hingga kaki. Pada masa awal Will mengalami kelumpuhan dia masih bersemangat menjalani terapi untuk mendapatkan kesembuhan tetapi selama dia mencoba dia hanya bisa menggerakan jempol dan telunjuknya saja, hal ini membuat dia menjadi orang yang gampang marah, dingin dan selalu menyendiri hingga membuat dia sudah merasa tidak memiliki harapan untuk hidup. Kemarahannya semakin menjadi saat mengetahui bahwa mantannya akan menikah dengan sahabatnya sendiri.

Louisa Clark adalah seorang wanita muda berumur 26 tahun yang harus membantu ekonomi keluarganya. Lou telah bekerja disebuah kedai kopi selama 6 tahun tetapi akhirnya dia harus dipecat dari kedai kopi tersebut. Akhirnya dia memutuskan untuk mendatangi job centre untuk mendapatkan pekerjaan baru tetapi ternyata itu tidak mudah mengingat keahliannya yang tidak banyak. Beruntung bagi Lou karena ada lowongan pekerjaan yang baru masuk yaitu sebagai perawat untuk orang cacat dengan gaji yang lumayan banyak dan tentu saja tidak dibutuhkan keterampilan khusus. Tanpa ragu lagi Lou langsung mengambil pekerjaan tersebut. Hari-hari pada saat pertama bekerja dilalui Lou dengan penuh kesabaran karena harus menghadapi Will yang sangat dingin, tapi ini tidak membuat Lou mudah menyerah karena untuk mendapatkan pekerjaan tidaklah mudah ditambah saat mengetahui bahwa Will akan mengikuti dignitas yaitu sebuah perkumpulan yang membantu mereka yang mengalami kelumpuhan atau penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan memberikan suntikan mati.



Setelah beberapa bulan Lou mengenal Will dan akhirnya mereka menjadi dekat satu sama lain, membuat Lou bercerita tentang kehidupannya yang selalu bersama keluarganya dan menghabiskan waktu bersama pacarnya Patrick padahal disisi lain Lou mempunyai potensi didalam dirinya. Will membuat Lou menyadari bahwa Lou mempunyai potensi dan harus membuat hidupnya berarti karena hidup itu hanya sekali, membuat Lou mau untuk menambah wawasannya dengan berpergian kemanapun dia mau dan tidak terlalu mengkhawatirkan orang lain. 

Ibu Will tidak menyetujui bahwa anaknya akan mengikuti dignitas, dia menolak dengan keras keputusan anaknya dan memberikan waktu selama 6 bulan agar Will bisa merubah pikirannya tersebut. Mengetahui hal ini Lou tidak tinggal diam dia membuat rencana liburan selama 6 bulan, hal-hal yang bisa membuat Will untuk lebih menghargai hidupnya, meskipun dalam keadaan lumpuh tapi dia tetap bisa merasakan apa yang orang normal rasakan. Lou menemani Will selama 6 bulan berpergian ketempat-tempat yang indah, pertunjukan musical Mozart, arena berpacuan kuda. Terus menemani dan berharap bahwa Will orang yang dia cintai mengubah pemikirannya untuk terus hidup dan tinggal bersamanya.




Saat menonton film ini pada bagian awalnya aku kira bakal seperti kisah klasik lainnya dimana sang cowok yang lumpuh kemudian bertemu dengan cewek yang menjadi perawatnya, saling jatuh cinta satu sama lain dan hidup bahagia bersama selamanya kemudian the end kisah berakhir dengan bahagia tapi ternyata aku salah kisahnya tidak seklise dan seklasik itu karena saat menontonnya hingga akhir banyak pelajaran hidup yang bisa aku petik melalui film ini. 

Berawal dari kisah Will hal yang bisa aku petik adalah dia seorang yang cerdas dan berpandangan luas dia bisa melihat kehidupan dengan begitu positif meskipun dalam keadaan yang tidak beruntung. Ketika dia belum lumpuh dia begitu mencintai hidupnya dia melakukan semua hal yang menyenangkan dalam hidupnya tetapi seketika kebahagiannya lenyap dalam sedetik, dia lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun yang dia inginkan tetapi dia tetap mencoba untuk bisa sembuh pada masa awal dia didiagnosa lumpuh oleh dokter hingga akhirnya Will merasa bahwa dia sudah cukup melakukan semuanya dan menyerah untuk hidupnya. Disaat seperti ini Will masih bisa membuka pandangan Lou tentang kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang seharus menjadi lebih bermakna yaitu dengan cara melakukan apa saja yang membuatmu senang karena hidup hanya sekali jadi gunakanlah waktu sebaik-baiknya. Ada kalimat Will yang membuat aku tergugah yaitu saat dia memberikan surat terakhir untuk Lou.

Live boldly, Clark. Push yourself. Don’t settle. Wear those stripy legs with pride. Knowing you still have possibilities is a luxury. Knowing I might have given them to you has eased something for me.”

Kata-kata Will yang membuat aku terpana adalah Don’t settle (jangan cepat puas) mungkin bagi sebagian orang ini diartikan dengan serakah atau mungkin bahkan ada yang berpandangan seperti bagaimana bisa kamu hidup seperti itu ? mengapa sangat egois ? but,, not for me. I agree with Will. 

Kenapa ? karena hidup terlalu membosankan jika kamu merasa nyaman dengan kehidupan yang dengan mudah kamu dapatkan. Banyak hal yang bisa kamu lakukan diluar sana, banyak hal yang bisa kamu gapai ketika kamu keluar dari zona nyaman kamu. Jangan pernah merasa cepat puas dengan kehidupan nyamanmu karena kamu tidak akan pernah tau hal menarik apa yang akan kamu dapatkan ketika kamu keluar dari semua sisi nyamanmu.

Live boldly. Push Yourself - Hidup terlalu membosankan ketika kamu hanya terus merasa khawatir dengan hidup orang lain, hidup terlalu membosankan ketika kamu hanya mendengarkan perkataan orang lain sehingga tidak bisa membahagiakan dirimu sendiri. Hiduplah dengan berani. Kobarkan semangatmu.

Knowing you still have possibilities is a luxury – kemungkinan adalah suatu keajaiban dan itu adalah kemewahan yang kita punya dalam hidup.

Belajar dari kisah Lou dimana dia mau memahami kondisi Will dan mau membuka hatinya terutama saat Will memutuskan untuk mengikuti dignitas meskipun pada awalnya berat dan tidak merelakannya tetapi Lou berani untuk memahami Will. Sebenarnya sifat memahami inilah yang penting untuk kasus orang-orang seperti Will karena masih banyak orang-orang diluar sana yang tidak berempati dan hanya bisa mengkritik. Bisa dibilang film ini mengandung unsur sensitif yang masih diperdebatkan hingga kini yaitu tentang Euthanasia tetapi melihat dari film ini harusnya kita lebih bisa berani untuk memahami dan berempati.

Post a Comment

0 Comments